Sistem Informasi Manajemen Bab 11
SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
“ SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA
MANUSIA”
Dosen
Pengampu :
Lidya Setyawardani S.E., M.Si., Ak., CA.
Kelas/Program
Studi : SM 1/
Manajemen
Blog : sixoverlook.blogspot.co.id
Nama Kelompok :
Ravika Apriani
Erianto (1410208704)
Fernanda Mei
Qur'ana (1410208788)
Rizky
Amelia Effendi (1410208818)
Vriska
Wachidatul Laili (1410208820)
Doura
Oktaviani Tri Lestari (1410208821)
Devitri
Isnawaty (1410208840)
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia
(STIESIA)
2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Puji
syukur penulis panjatkan kepada-Nya, serta salawat dan salam penulis
persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW., sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Sistem Informasi Sumber Daya Manusia”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen di STIESIA.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat memperoleh banyak informasi mengenai Sistem Informasi Sumber
Daya Manusia, yang
bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya maupun pihak
yang terkait di dalamnya.
Dalam penulisan makalah ini kami
merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari
semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan makalah ini
dapat sedikit menambah wawasan dan berguna bagi penulis khususnya dan pembaca
pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr.
Wb.
Surabaya, 19 Juni 2017
Penulis
Pengertian Sistem
Informasi Sumber Daya Manusia
Sistem
informasi sumber daya manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengumpulkan
dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data
tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai, dimana
data-data yang telah diperoleh tersebut merupakan data yang dibutuhkan oleh
sebuah perusahaan untuk meningkatkan keputusan SDM. Adapun pengertian lainnya
sebagai berikut Sistem informasi sumber daya manusia adalah sebuah sistem yang
mendukung proses pengambilan keputusan dengan menyediakan berbagai informasi
yang diperlukan. Informasi yang disediakan merupakan informasi mengenai
kebutuhan akan pegawai dalam sebuah organisasi, informasi perekrutan pegawai,
informasi data pegawai, informasi pengelolaan pegawai selama menjadi bagian
dari organisasi tersebut, dan informasi mengenai pemberhentian pegawai.
Maka
setiap organisasi perusahaan sebagian besar memasukkan satu unit yang
bertanggung jawab atas banyak kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya
manusia. Sebagai sumber daya yang berharga SDM dapat merupakan suatu departemen
atau devisi didalam suatu area fungsional, atau SDM dapat memiliki status
fungsional yang sama seperti pemasaran.
SDM mendukung area fungsional lain dengan
membantu mendapatkan personil baru, mempersiapkan personil untuk melakukan
tugasnya, dan menangani semua pencatatan yang berhubungan dengan pegawai dan
mantan pegawai. Berikut merupakan gambar dan penjelasan empat kegiatan utama
SDM :
1. Perekrutan
dan penerimaan (recruiting and hiring) : SDM membantu menerima pegawai baru ke
dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan kerja di koran, memberitahukan
posisi yang diminta kepada agen tenaga kerja swasta maupun pemerintah. SDM
selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi
praktek kepegawaian dan menasihati untuk menetukan kebijakan yang sesuai.
2. Pendidikan
dan Pelatihan : Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat menganut
berbagai program pendidikan dan paltihan yang diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan kaehlian kerja pegawai.
3. Manajemen
Data : SDM menyiapkan database yang berhubungan dengan pegawai, dan memproses
data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
4. Penghantian
dan administrasi tunjangan : Selama seseorang dipekerjakan oleh perusahaan
mereka mendapat tunjangan paket tunjangan seperti rumah sakit, asuransi dokter
gigi, dan pembagian keuntungan. Ketika pegawai berhenti bekerja, SDM memproses
kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar. Salah satu
tujuan wawancara ini untuk belajar bagaimana perusahaan dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik bagi pegawainya di masa datang.
Saat pegawai bekerja untuk perusahaan, mereka tidak dikelola oleh SDM, melainkan oleh manajer area dimana mereka bekerja. Oleh karena itu SDM melaksanakan fungsi pendukung, memudahkan arus sumber daya personil melalui perusahaan.
Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Dalam
membuat model sistem informasi SDM, kita hurus menggunakan format umum yang
sama dari subsistem input dan outputnya yang telah digunakan berbagai area
fungsional lainnya. Subsistem input merupakan kombinasi standart dari
pengolahan data, penelitian, dan intelijen. Di banyak perusahaan database
ditempatkan pada penyimpanan komputer hanya 5,7% dari perusahaan HRSP
melaporkan penggunana database nonkomputer.
INPUT HRIS
terdiri atas 3 subsistem yaitu :
1. SIA
(Sistem Informasi Akuntansi). SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga
database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil bail keuangan
maupun non keuangan.
2. Penelitian
Sumber Daya Manusia. Bergungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek
penelitian khusus. Contoh: Penelitian Suksesi (succession Study), Analisis dan
Evaluasi Jabatan (Job Analysis and Evaluation), Penelitian Keluhan (Grievance
Studies).
3. Intelijen
Sumber Daya Manusia. Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber
daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi:
Ø Intelijen
Pemerintah
Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
Ø Intelijen
Pemasok
Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan.
Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan.
Ø Intelijen
Serikat Pekerja
Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
Ø Intelijen
Masyarakat Global
Masyarakat global menyediakan imnformasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
Masyarakat global menyediakan imnformasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
Ø Intelijen
Masyarakat Keuangan
Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil.
Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil.
Ø Intelijen
Pesaing
Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktek personalia pesaing, dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk direkrut.
Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktek personalia pesaing, dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk direkrut.
Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai tetapi juga mengenai perorangan dan organisasi dilingkungan perusahaan yang mempengaruhi arus personil.
OUTPUT HRIS terdiri atas 6 subsistem yaitu :
1. Subsistem
Perencanaan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk
merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja
(turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu
sendiri.
2. Subsistem
Perekrutan. Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan
tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini
diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawamcara,
perekrutan dan analisis rekruitmen.
3. Subsistem
Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi–informasi yang dibutuhkan untuk
mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi–informasi ini meliputi
informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir,
realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan.
4. Subsistem
Tunjangan. Merupakan informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang
meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis
kompensasi dan perencanaan kompensasi.
5. Subsistem
Benefit. Meliputi benefit yang diterima oleh karyawan. Benefit berbeda dengan
kompensasi. Kompensasi lebih ke insentif yang dihubungkan dengan kinerja
karyawannya, sedang benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan
sepeti dana pensiun.
6. Subsistem
Pelapor Lingkungan. Informasi–informasi ini berhubungan dengan keluhan –
keluhan, kecelakaan selam kerja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya.
HRD (Human Resource Department)
HRD
(Human Resource Department) bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya
manusia dalam sebuah organisasi. Pengelolaan dari SDM yang ideal dalam
organisasi memiliki 8 aspek yaitu:
1. Seleksi
dan Rekrutmen. Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui
penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di
posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan
baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi
ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi
kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat
bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun
assessment center.
2. Pelatihan
dan Pengembangan (Training and Development). Yaitu fungsi yang menjaga kualitas
sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan,
pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan
keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun
eksternal.
3. Compensation
and Benefit. Berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh
kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
4. Manajemen
Kinerja (Performance Management). Merupakan upaya monitoring kesenjangan antara
standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar
performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga
implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang
harus dicapai oleh organisasi.
5. Perencanaan
Karir (Career Planning). Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan
jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap
pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang
ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan
ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical
path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing,
penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross
functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok
lainnya (horizontal carreer path).
6. Hubungan
Karyawan (Employee Relations). Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap
kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan.
Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai
aspek dalam organisasi.
7. Separation
Management.Yaitu fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan
kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun,
habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll),
atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
8. Personnel
Administration and HRIS. Biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian
adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum
fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran
benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.
Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.
Bagaimana Manajer Menggunakan Informasi Sumber Daya
Manusia
HRIS
serupa dengan sistem informasi keuangan dalam hal isinya yang menjadi perhatian
manajer di seluruh perusahaan. Seperti halnya semua manajer berminat pada
sumber daya uang mereka manajer juga berminat pada sumber daya personil mereka.


Komentar
Posting Komentar