Sistem Informasi Manajemen Bab 8
SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
“ SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF”
Dosen
Pengampu :
Lidya Setyawardani S.E., M.Si., Ak., CA.
Kelas/Program
Studi : SM 1/
Manajemen
Blog : sixoverlook.blogspot.co.id
Nama Kelompok :
Ravika Apriani
Erianto (1410208704)
Fernanda Mei
Qur'ana (1410208788)
Rizky
Amelia Effendi (1410208818)
Vriska
Wachidatul Laili (1410208820)
Doura
Oktaviani Tri Lestari (1410208821)
Devitri
Isnawaty (1410208840)
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia
(STIESIA)
2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Puji
syukur penulis panjatkan kepada-Nya, serta salawat dan salam penulis
persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW., sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Sistem Informasi Eksekutif”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang
diberikan dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen di STIESIA.
Makalah ini disusun agar pembaca
dapat memperoleh banyak informasi mengenai Sistem Informasi
Eksekutif, yang
bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya maupun pihak
yang terkait di dalamnya.
Dalam penulisan makalah ini kami
merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari
semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan makalah ini
dapat sedikit menambah wawasan dan berguna bagi penulis khususnya dan pembaca
pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr.
Wb.
Surabaya, 8 Mei 2017
Penulis
8.1 Karakteristik Sistem
Informasi Eksekutif
Sistem informasi merupakan satu
kesatuan unsur (manusia dan peralatan) yang bekerja secara bersama untuk
melaksanakan pengolahan informasi dari mulai pengumpulan,pengolahan,
penyimpanan dan pendistribusiannya. Eksekutif merupakan
pelaksana/yang bertindak untuk melaksanakan suatu system informasi. Contoh: direktur,
kepala–kepala bagian, presiden atau gubernur bagian.
Jika tidak ada Sistem
Informasi Eksekutif dan hanya ada sistem informasi fungsional, manajer pucuk akan
menerima semua informasi dari subsistem-subsistem fungsional dan para eksekutif
harus menyarikan dan mensintesiskan data menjadi suatu bentuk yang berarti bagi
mereka. Sistem informasi eksekutif membebaskan eksekutif dari tugas tersebut.
Executive Information
System (EIS) disebut juga
sebagai Executive Support System (ESS) atau Sistem
Informasi Eksekutif adalah sistem berbasis komputer yang interaktif,
yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga
dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan
menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis. Sistem informasi
eksekutifmerupakan suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekuif
mengenai kinerja keseluruhan perusahaan.
A. Faktor - Faktor
Penentu Keberhasilan Penerapan Sistem Informasi Eksekutif
1.
Sponsor Eksekutif
Yang mengerti dan berkomitmen eksekutif
tingkat puncak (CEO) harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif Sistem Informasi
Eksekutif agar mampu menorong penerapan Sistem Informasi Eksekutif
diperusahaan.
2.
Sponsor Operasi
Jika sponsor eksekutif terlalu sibuk, maka
sebagian tugas dilimpahkan kepada eksekutif puncak lain sebagai sponsor operasi
yang bekerja sama dengan spesialis informasi untuk memastikan pelaksanaan pekerjaaan.
3.
Staf Jasa Informasi Yang Sesuai
Harus tersedia spesialis informasi yang tidak
hanya mengerti teknologi informasi, tetapi tahu juga cara eksekutif menggunakan
sistem tersebut.
4.
Teknologi Informasi Yang Sesuai
Penggunakan teknologi informasi harus
benar-benar sesuai dengan keinginan eksekutif, tidak lebih atau kurang.
5.
Manajemen Data
Tidak hanya untuk menghasilkan informasi, eksekutif juga
menginginkan sejauh mana kemutakhiran dari data dan informasi yang dihasilkan.
6.
Kaitan Yang Jelas Dengan Tujuan Bisnis
Sebagian besar Sistem Informasi Eksekutif yang
dirancang digunakan untuk memecahkan masalah yang spesifik berkaitan dengan
bisnis.
7.
Manajemen Atas Penolakan Organisasi
Jika eksekutif menolak menggunakan Sistem Informasi Eksekutif,
perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan mengidentifikasikan satu masalah yang
dihadapi eksekutif tersebut untuk penerapannya.
8.
Manajemen Atas Penyebaran Dan Evolusi System
Jika manajer tingkat atas mulai menerima
informasi dari Sistem Informasi Eksekutif, maka manajer tingkat bawah
menginginkan informasi yang sama, karena mereka ingin mengantisipasi masalah
dan memecahkannya sebelum manajer tingkat atas mengangap masalah tersebut tidak
terkendali.
B. Karakteristik Teknologi
Informasi yang Dibutuhkan oleh Sistem Informasi Eksekutif adalah:
1. Executive-friendly, sesuai dengan
keahlian mengoperasikan computer yang dimiliki oleh kalangan eksekutif. Mudah
digunakan dan mudah dipelajari.
2. Memungkinkan pengguna
untuk meng-undo prosedur atau kembali ke tampilan layar yang
diakses sebelumnya.
3. Memiliki on-line
help.
4. Sesuai dengan
kebutuhan eksekutif dalam hal kecepatan.
5. Graphic-oriented dan dapat menampilkan
tampilan grafis yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan.
C. Sistem Informasi
Eksekutif memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.
Disesuaikan untuk pihak eksekutif.
2.
Mudah digunakan.
3.
Memiliki kemampuan drill down.
4.
Mendukung kebutuhan data eksternal.
5.
Dapat membantu dalam situasi yang memiliki
tingkat ketidakpastian yang tinggi.
6.
Memiliki orientasi masa depan.
D. Karakteristik data
yang dibutuhkan oleh Sistem Informasi Eksekutif :
1.
Data yang telah dirangkum (highly
summarized data). Pada umumnya, eksekutif lebih mencari rangkuman data,
dibandingkan rincian data, untuk membuat keputusan.
2.
Drill down. Menyediakan
mekanisme yang memungkinkan eksekutif untuk melakukan drill down, atau melihat
rincian data yang menyusun rangkuman data.
3.
Integrasi data dari basis data yang berbeda -
beda. Terkadang eksekutif memerlukan data dari basis data on-line,
seperti jumlah current budget. Dalam periode
tertentu, eksekutif akan memerlukan akses ke rangkuman data yang dikelola
secara statis di basis data.
4.
Eksekutif lebih tertarik untuk melihat trend
jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.
5.
Informasi menjadi lebih bermakna jika dapat
dibandingkan dengan informasi lain yang sejenis. Artinya, Sistem Informasi
Eksekutif harus dapat mengakses data eksternal yang dapat dibandingkan dengan
data perusahaan.
6.
Informasi yang disampaikan kepada eksekutif
harus dalam bentuk yang ditentukan oleh faktor penentu kesuksesan (critical
success factors) yang didefinisikan oleh eksekutif.\
E. Langkah -langkah
pengimplementasian Sistem Informasi Eksekutif, yaitu :
1. Membangun data
warehouse yang lengkap dan efisien.
2. Membuat prototipe Sistem
Informasi Eksekutif, membuat desain eksperimen dari seluruh atau sebagian
sistem, untuk mengujicobakan prosedur/prinsip, teknik atau tool tertentu.
3. Membuat dokumentasi
pengembangan EIS untuk tiap tahap pengembangan.
4. Menggunakan dukungan
otomatisasi kantor (e-mail, scheduler, dll). Sebelum membuat keputusan,
eksekutif perlu berdiskusi dengan staff untuk meminta pendapat dari pihak-pihak
yang dipengaruhi oleh keputusan yang akan dibuat. Dengan demikian dapat juga
dianalisis kemungkinan adanya alternatif keputusan. Setelah membuat keputusan,
eksekutif perlu melakukan sosialisasi dan follow-up. Otomatisasi
kantor mendukung untuk kedua hal tersebut di atas.
F. Kelemahan Sistem
Informasi Eksekutif
1. Fungsinya sangat
terbatas, tidak mampu melakukan perhitungan secara kompleks.
2. Perusahaan akan
berfikir dua kali untuk membuat suatu Sistem Informasi Eksekutif,
mengingat biaya pembuatan Sistem
Informasi Eksekutif sangatlah mahal.
3. Banyak orang yang
salah persepsi mengenai cara kerja Sistem
Informasi Eksekutif itu sendiri yang dianggap sebagai suatu sistem
yang terpisah dari modul-modul teknologi informasi lain dalam perusahaan.
Sebenarnya Sistem
Informasi Eksekutif hanya melakukan peringkasan data dari sistem
basis data yang telah ada. Jika data pada database utama tidak reliable atau
memiliki struktur yang buruk, maka informasi yang dihasilkan oleh sistem Sistem
Informasi Eksekutif pun tidak memiliki kualitas yang baik.
4. Tidak adanya prosedur
yang baik untuk menjaga agar data yang ada selalu up-to-data. Seringkali para
eksekutif mengeluh bahwa laporan Sistem
Informasi Eksekutif yang diterima sudah usang, atau tidak lagi
sesuai dengan kebutuhan pada saat itu. Jika modul Sistem
Informasi Eksekutif yang dimiliki terintegrasi dengan sistem basis
data, maka yang perlu dipelihara adalah mekanisme keteraturan dalam melakukan
update data dari ke hari; sedangkan jika sistem Sistem
Informasi Eksekutif yang dimiliki tidak terintegrasi dengan sistem
basis datanya, maka mekanisme yang harus dijaga adalah keteraturan melakukan
interfacing antara sistem basis data dengan modul Sistem
Informasi Eksekutif yang ada, baik secara manual maupun dibantu
dengan program komputer.
5. Karena modul Sistem
Informasi Eksekutif yang ada terlampau sederhana (tidak banyak
memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan advanced features) sehingga
sulit mengakomodasikan keperluan masing-masing eksekutif yang terkadang berbeda
satu sama lain (unik) dan berubah-ubah dalam tempo yang sangat cepat.
8.2 Kebutuhan
Informasi Eksekutif Yang Unik
Penelitian Mintzberg
Mintzberg adalah orang
pertama yang melakukan penelitian formal mengenai kebutuhan informasi
eksekutif. Ia mengidentifikasikan lima kegiatan dasar yang membentuk waktu
CEO—tugas administrasi (desk work), panggilan telepon, pertemuan tak terjadwal,
pertemuan terjadwal, dan kunjungan.
Penelitian Rockart dan
Treacy
Istilah sistem
informasi eksekutif, atau EIS, pertama kali muncul dalam laporan penelitian
Rockart dan Treacy. Walau tidak disedikan definisi, para peneliti itu menemukan
bahwa sistem tersebut manampilkan:
·
Tujuan sentral, eksekutif menggunkan informasi
komputer terutama dalam perencanaan dan pengendalian
·
Inti data bersama, database berisi informasi
mengenai berbagai industri, pelanggan , pesaing dan unit-unit bisnis dalam tiga
periode waktu—masa lalu, masa kini dan masa depan
·
Dua metode penggunaan utama, eksekutif
menggunkan EIS untuk mengakses status saat ini dan memproyeksikan trend serta
melakukan analisis pribadi atas data
·
Organisasi pendukung, para eksekutif dibantu
oleh pelatih EIS dan sopir EIS. Pelatih EIS adalah anggota staf eksekutif, jasa
informasi, atau organisasi konsultasi luar yang menyediakan bantuan dalam
melalui sistem. Sopir EIS adalah anggota staf eksekutif yang mengoprasikan
peralatan bagi eksekutif.
Menemukan komputer
dalam perspektif
Eksekutif sangat
mengandalkan komputer, secara proporsional lebih sedikit pemakai komputer di
tingkat eksekutif daripada di tingkat lain. Terdapat dua kemungkinan alasan,
Pertama masalah pada tingkat eksekutif kurang terstruktur dan karena itu lebih
sulit untuk diddukung dengan pengolahan komputer. Kedua, eksekutif cenderung
lebih tua dan jarang mendapatkan kesempatan pelatihan komputer formal.
Pokok-pokok penting dalam pembahasan ini
adalah (1) penggunaan komputer adalah sesuatu yang pribadi, dan (2) informasi
komputer hanyalah sebagian dari semua informasi yang mencapai seorang
eksekutif. Semua eksekutif ingin menerima informasi yang baik dari sumber mana
pun.
8.3
Saran-Saran Untuk Meningkatkan Sistem Informasi
Eksekutif harus mengambil langkah-langkah
untuk meningkatkan peran komputer dalam sistem
informasi mereka. Ada 5 langkah yang bisa
dilakukan:
1. Mencatat
transaksi-transaksi informasi yang masuk: data dapat dimasukkan dalam database
dan dapat disiapkan laporan yang memungkinkan eksekutif menjawab setiap
pertanyaan.
2. Merangsang
sumber-sumber yang bernilai tinggi: dengan teridentifikasinya sumber-sumber
bernilai tinggi, eksekutif kemudian dapat bertindak untuk memudahkan komunikasi
sumber-sumber tersebut.
3. Memanfaatkan peluang:
jika sepotong informasi yang baik datang eksekutif harus meraihnya.
4. Menyesuaikan sistem
pada perorangan: sesuai penelitian Jones dan McCleod, tiap eksekutif memiliki
gaya pengumpulan informasi yang unik
5. Memanfaatkan teknologi
: Eksekutif umumnya berpikiran terbuka mengenai sistem informasi mereka dan
akan mempertimbangkan cara apapun untuk memperbaikinya.
8.4 Sistem
Informasi Eksekutif Berbasis Komputer
A. Komponen
Komponen EIS biasanya
dikategorikan sebagai:
·
Hardware
·
Software
·
User Interface
·
Telekomunikasi
B. Perangkat Keras
(Hardware)
Ketika membicarakan
tentang perangkat keras komputer dalam lingkunagn
EIS, kita harus fokus pada perangkat keras yang dibutuhkan para eksekutif. Para
eksekutif harus diutamakan dan kebutuhannya harus ditentukan sebelum perangkat
keras dapat dipilih. Perangkat keras dasar yang dibutuhkan untuk suatu EIS ada
empat komponen:
1. Perangkat masukan
data. Perangkat ini memungkinkan eksekutif untuk masuk, memverifikasi dan
memperbarui data segera.
3. File penyimpan data.
Para eksekutif dapat menggunakan ini untuk menyimpan informasi bisnis yang
berguna, dan bagian ini juga membantu eksekutif untuk mencari sejarah informasi
bisnis dengan mudah.
4. Perangkat output, yang
memberikan rekaman visual atau permanen bagi para eksekutif untuk menyimpan
atau membaca. Perangkat ini mengacu pada perangkat keluaran gambar seperti
monitor atau printer
Selain itu, dengan
munculnya jaringan area lokal (LAN), beberapa produk EIS
untuk jaringan workstation menjadi tersedia. Sistem ini memerlukan
sedikit dukungan dan perangkat keras komputer yang kurang mahal. Mereka juga
meningkatkan akses informasi EIS ke lebih banyak perusahaan pengguna.
C. Perangkat Lunak
(Software)
Memilih perangkat
lunak yang tepat sangat penting untuk EIS yang efektif. Oleh karena itu,
komponen perangkat lunak dan bagaimana mereka mengintegrasikan data ke dalam
satu sistem itu penting. Suatu EIS meliputi empat komponen perangkat lunak:
1. Teks mendasari
perangkat lunak, dokumen ini biasanya berbasis teks.
2. Database, heterogen
database pada berbagai platform komputer vendor khusus dan terbuka membantu
para eksekutif dalam mengakses data baik internal maupun eksternal.
3. Berbasis grafis,
grafis dapat mengubah volume teks dan statistik menjadi informasi visual untuk
eksekutif. Jenis grafis yang khas: grafis seri waktu, diagram sebar, peta,
grafis gerak, grafik urutan dan berorientasi perbandingan grafik (yaitu, grafik
batang).
4. Basis model-model EIS
mengandung statistik rutin dan khusus, keuangan, dan lain analisis kuantitatif.
D. Pengguna Interface
Harus efisien untuk
mengambil data yang relevan bagi para pengambil keputusan, sehingga user
interface sangat penting. Beberapa jenis antarmuka dapat tersedia untuk
struktur EIS, laporan terjadwal pertanyaan/jawaban, menu didorong, perintah
bahasa, bahasa alam, dan input/output.
E. Telekomunikasi
Desentralisasi menjadi
tren saat ini di perusahaan, telekomunikasi akan memainkan peran penting dalam
sistem informasi jaringan. Transmisi data dari satu tempat ke yang lain telah
menjadi penting untuk membangun jaringan yang handal. Selain itu,
telekomunikasi dalam EIS dapat mempercepat kebutuhan atas akses ke data
terdistribusi.
Aplikasi
EIS membantu eksekutif menemukan data yang
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pengguna dan mempromosikan informasi
berbasis wawasan dan pemahaman. Tidak seperti presentasi sistem informasi
manajemen tradisional, EIS dapat membedakan antara data penting dan data yang
jarang digunakan, dan melacak berbagai kunci penting kegiatan untuk para
eksekutif, baik yang sangat membantu dalam mengevaluasi jika perusahaan adalah
pertemuan tujuan perusahaan. Setelah menyadari keuntungannya, orang telah
menerapkan EIS di banyak wilayah, terutama, manufaktur, pemasaran dan daerah
keuangan.
Manufaktur
Manufaktur adalah transformasi bahan baku
menjadi barang jadi untuk dijual, atau proses menengah melibatkan produksi atau
menyelesaikan semi manufaktur. Ini adalah industri dengan cabang yang luas dan
produksi sekunder. Kontrol operasional manufaktur berfokus pada operasi
sehari-hari, dan ide utama dari proses ini adalah efektivitas dan efisiensi.
Pemasaran
Dalam sebuah organisasi, eksekutif pemasaran bertugas
mengelola sumber-sumber pemasaran yang tersedia untuk menciptakan masa depan
yang lebih efektif. Untuk ini, mereka perlu membuat penilaian tentang risiko
dan ketidakpastian proyek dan dampaknya pada perusahaan dalam jangka pendek
maupun jangka panjang. Untuk membantu eksekutif pemasaran dalam membuat
keputusan pemasaran yang efektif, EIS dapat diterapkan. EIS menyediakan
prediksi penjualan, yang dapat memungkinkan para pemimpin pasar untuk
membandingkan penjualan dengan penjualan masa lalu. EIS juga menawarkan
pendekatan harga produk, yang ditemukan dalam analisis usaha. Eksekutif pasar
dapat mengevaluasi harga yang terkait dengan persaingan dengan hubungan
kualitas produk dengan harga yang dikenakan. Singkatnya, paket perangkat lunak
EIS memungkinkan eksekutif pemasaran untuk memanipulasi data dengan mencari
tren, melakukan audit terhadap data penjualan dan menghitung total, rata-rata,
perubahan, varians, atau rasio.
Keuangan
Analisis keuangan adalah salah
satu langkah yang paling penting untuk perusahaan sekarang. Eksekutif perlu
menggunakan rasio keuangan dan analisis arus kas untuk memperkirakan tren dan
membuat keputusan investasi modal. EIS mengintegrasikan perencanaan atau
anggaran dengan kontrol pelaporan kinerja, dan hal ini dapat sangat membantu
untuk membiayai eksekutif. EIS fokus pada kinerja akuntabilitas keuangan, dan
mengakui pentingnya biaya standar dan penganggaran fleksibel dalam
mengembangkan kualitas informasi disediakan untuk semua tingkat eksekutif.
F. Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan dari EIS:
· Penggunaan yang mudah untuk eksekutif tingkat
tinggi , pengalaman luas komputer tidak diperlukan dalam operasi
· Menyediakan pengiriman tepat waktu dari
ringkasan informasi perusahaan
· Informasi yang disediakan lebih mudah dipahami
· EIS menyediakan pengiriman tepat waktu
informasi. Manajemen dapat membuat keputusan segera.
· Meningkatkan informasi pelacakan
· Menawarkan efisiensi untuk pengambil keputusan
Kerugiaan dari EIS:
·
Tergantung sistem
·
Fungsi terbatas, dengan desain
·
Informasi yang berlebihan untuk beberapa
manajer
·
Sulit untuk mengukur manfaat
·
Biaya operasional tinggi
·
Sistem dapat menjadi lambat, besar dan sulit
untuk dikelola
·
Perlu proses internal yang baik untuk
pengelolaan data
·
Kurang dapat diandalkan dan pengamanan data
yang kurang
Tren Masa Depan
Sistem info eksekutif masa depan tidak terikat
oleh sistem komputer mainframe. Tren eksekutif ini gratis dari belajar sistem
operasi komputer yang berbeda, dan secara substansial mengurangi biaya
operasional. Karena tren ini termasuk menggunakan aplikasi perangkat lunak yang
ada, eksekutif tidak perlu belajar bahasa baru atau khusus untuk paket EIS.

Komentar
Posting Komentar