Sistem Informasi Manajemen Bab 6

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN







“SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI”



Dosen Pengampu          : Lidya Setyawardani S.E., M.Si., Ak., CA.
Kelas/Program Studi    : SM 1/ Manajemen
Nama         Kelompok   :

Ravika Apriani Erianto                                       (1410208704)
Fernanda Mei Qur'ana                                         (1410208788)
Rizky Amelia Effendi                                   (1410208818)
Vriska Wachidatul Laili                                (1410208820)
Doura Oktaviani Tri Lestari                         (1410208821)     
Devitri Isnawaty                                           (1410208840)

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
(STIESIA)
2017



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Puji syukur penulis panjatkan kepada-Nya, serta salawat dan salam penulis persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW., sehingga penulis dapat menyusun makalah  ini yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen  di STIESIA.
       Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperoleh banyak informasi mengenai Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi, yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya maupun pihak yang terkait di dalamnya.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan makalah ini dapat sedikit menambah wawasan dan berguna bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Surabaya, 10 April 2017



                             Penulis



7.1       PENGENALAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI
Pada pertengahan 1960-an, sebagian besar perusahaan besar akhirnya mengatasi kesulitan penerapan komputer awal mereka. Itu merupakan tugas yang sukar, karena organisasi-organisasi tersebut telah mengumpulkan volume data yang sangat banyak selama bertahun-tahun dan diperlukan banyak usaha untuk menempatkan data dalam bentuk yang dapat diterima komputer. Perusahaan memiliki satu hal yang menguntungkan pada masa-masa sukar itu, dalam melaksanakan tugas pengolahan data komputer diterapkan dengan cara yang sama seperti keydriven & punched card machines dahulu. Tugas-tugas sistem infomasi akuntansi (SIA) terdefinisikan dengan baik dan terutama mempengaruhi departemen akuntansi perusahaan.
Selama bertahun-tahun teknologi keydriven & punched car machines tidak mampu memecahkan masalah manajemen. Ketika terlihat jelas bahwa komputer mampu untuk menyelesaikan kesenjangan itu, maka tugas akan terselesaikan dengan mudah.
Perusahaan yang mencoba SIM pertama menyadari bahwa penghalang terbesarnya adalah para manajer, hal ini dikarenakan para manajer hanya mampu menyelesaikan tugas mereka, dan mengembangkan pendekatan yang telah ada, tanpa menghiraukan peran infromasi dalam kegiatan mereka. Maka dari itu, setiap perusahaan membutuhkan sistem informasi manajemen dan sistem informasi akuntansi dalam menjalankan progres pencapaian tujuan perusahaan.
Sistem informasi manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan infromasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal perusahaan atau subunit di bawahnya. Sedangkan, Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah satu-satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggung jawab untuk menyediakan infromasi bagi setiap elemen lingkungan kecuali pesaing. SIA melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data, pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan penyiapan dokumen. Suatu contoh yang baik dari SIA adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasanya pada pelanggan. Sistem ini disebut sebagai sistem distribusi.

Perbedaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
1.      Mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisa, dan mengkomunikasikan semua tipe informasi.
1)      Mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi keuangan, lebih kepada keuangan, pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.

2.      SIM berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa.

2)      SIA yang efektif bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.

3.      SIM sub unitnya didasarkan area fungsional dan tingkatan manajemen.
3)      SIA mencakup pengendalian untuk memastikan keamanan dan ketersediaan data.


7.2       MODEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN



       
Database berisi data yang telah disediakan oleh SIA. Selain itu, data maupun informasi dimasukkan dari lingkungan. Isi database digunakan oleh perangkat lunak yang menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika yang mensimulasikan beragam aspek operasi perusahaan. Output  perangkat lunak digunakan oleh orang-orang dalam perusahaan yang bertanggung jawab memecahkan masalah perusahaan. Tidak seperti SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.

7.3       KONSEP SUBSISTEM INFORMASI ORGANISASIONAL 
Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup  seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Sistem-sistem informasi fungsional ini, atau subset-subset SIM yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pemakai atas informasi fungsional, mendapatkan publikasi luas di beberapa area dan sedikit kurang di area lain. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran sistem informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan komputer ke seluruh operasi pemasaran.
Area manufaktur juga menerima pengolahan komputer dan menerapkan teknologi itu baik sebagai sistem informasi konseptual maupun sebagai komponen dalam sistem manufaktur fisik. Teknologi seperti robot pabrik dan sistem ban berjalan yang dikendalikan komputer merupakan contoh bagaimana proses manufaktur fisik telah di komputerisasi. Usaha untuk menerapkan komputer sebagai sistem konseptual biasanya tidak muncul di bawah nama sistem informasi manufaktur.
Yang sedang mendapat banyak perhatian adalah sistem infromasi organisasi yang ditujukan pada tingkat manajamen, yaitu sistem informasi organisasi yang ditunjukkan pada tingkat manajemen, yaitu sistem informasi eksekutif (excecutive information system), atau EIS.
Sesuatu yang aneh adalah kenyataan bahwa unit jasa informasi tidak menunjukkan minat yang sungguh untuk menerapkan konsep SIM dalam areanya sendiri. CIO dan para manajer jasa informasi lain telah menggunakan infromasi yang dihasilkan komputer selama bertahun-tahun tetapi belum menformalkan penggunaannya dalam bentuk suatu sistem informasi.



Gambar di atas memperlihatkan subdivisi SIM menjadi subsistem-subsistem organisasi. Walau gambar tersebut menujukkan garis-garis pemisah yang jelas, secara fisik tidak ada yang memisahkan meraka. Sebagian besar database yang digunakan oleh satu subsistem organisasi dapat juga digunakan oleh yang lain dan banyak juga berbgai perangkat lunak. Sistem-sistem informasi organisasi merupakan suatu cara berfikir logis, bukannya fisik, tentang SIM.

7.4       PEMROSESAN DATA AKUNTANSI 
Sistem informasi akuntansi (SIA) melaksanakan empat tugas dasar pemrosesan data akuntansi:
A.    Pengumpulan Data
Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan, tiap tindakan dijelaskan oleh satu catatan data. Jika tindakan tersebut melibatkan elemen lingkungan, maka disebut transaksi, kerana itulah timbulah isitilah pengolahan transaksi.

B.     Manipulasi Data
Data perlu dimanipulasi untuk mengubahnya menjadi informasi. Operasi menipulasi data meliputi:
Ø  Pengklasifikasian
Elemen-elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode. Di bidang komputer, kode adalah salah satu beberapa karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan data.
Ø  Penyortiran
Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lain.
Ø  Perhitungan
Operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data untuk menghasilkan elemen-elemen data tambahan.
Ø  Pengikhtisaran
Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis, atau disarikan, menjadi bentuk total, subtotal, rata-rata, dan seterusnya.

C.    Penyimpanan Data
Tiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data ini harus disimpan di suatu tempat hingga diperlukan, dan itulah tujuan penyimpanan data. Data disimpan pada media penyimpanan sekunder, dan file dapat diintregasikan secara logis untuk membentuk suatudatabase. Secara umum, sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.

D.    Penyiapan Data
SIA menghasilkan output  untuk perorangan dan organisasi baik di dalam dan di luar perusahaan. Output tersebut dipicu dalam dua cara:
Ø  Oleh Suatu Tindakan
Output dihasilkan jika sesuatu terjadi. Contohnya adalah tagihan yang disiapkan setiap kali pesanan pelanggan diisi.
Ø  Oleh Jadwal Waktu
Output dihasilkan pada suatu saat tertentu. Contohnya adalah cek gaji yang disiapkan setiap hari jumat.

7.5       KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Ada beberapa karakteristik pengolahan data yang jelas membedakan SIA dari subsistem CBIS yang lain. Karakteristik tersebut adalah:
1.      Melaksanakan tugas yang dibutuhkan. Perusahaan tidak memutuskan untuk melaksanakan pengolahan data atau tidak. Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya. Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Tetapi bahkan jika lingkungan tidak memintanya, manajemen perusahaan pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
2.      Berpegang pada prosedur yang relatif standar. Peraturan dan praktek yang diterima menetukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisasi mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
3.      Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakan jejak audit (audit trail).
4.      Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. Ini terutama terjadi jika pengolahan berkelompok digunakan.
5.      Menyediakan informasi pemecahan masalah yang timbul. SIA menghasilkan sebagai output informasi bagi manajer perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan rugi laba dan neraca merupakan contohnya.

7.6       SISTEM INFORMASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediankan informasi untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap-tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh karena itu untuk dapat menyediakan informasi yang relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembangan system informasi  harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
        Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah (problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakan memilih berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan membutuhkan beberapa keputusan. 
A.    Peranan SIO (Sistem Informasi Organisasi)
Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakann memilih alternative tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang di pilih. Biasanya pemecahan masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.
1.      Peranan Interpersonal
a.       Figur Pimpinan: Manajer melakukan tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke fasilitas bagi tamu yang berkunjung.
b.      Pimpinan         : Manajer memelihara unitnya dengan memperkerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
c.       Hubungan       : Manajer melakukan kontak dengan orang-orang diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer dan pihak lain di dalam lingkugan unit) dengan tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.

2.      Peranan Informasional
a.       Monitor           : Manajer terus mencari informasi yang berisi kinerja unitnya.
b.      Desimenator    : Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.
c.       Juru Bicara      : Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak diluar unit (atasan dan orang-orang di dalam lingkungan).

3.      Peranan Keputusan
a.       Wirausaha                  : Manajer melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.
b.      Penanganan Gangguan            : Manajer memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak  di antisipasi sebelumnya, seperti devaluasi mata uang di Negara-negara asing di mana perusahaan memiliki operasi.
c.       Pengalokasi Sumber Daya    : Manajer mengendaikan kas unitnya, menentukan berbagai sub unit mana akan menerima sumber daya apa.
d.      Negosiator                               : Manajer menyelesaikan perselisihan

Sistem informasi manajemen dalam pemecahan masalah ada 2 dasar, yaitu:
1.      Sumber Daya Informasi Seorganisasi
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen format dari para eksekutif untuk menyediakan komputer sebagai alat bantu bagi manajer untuk memecahkan masalah.
2.      Identifikasi dan pemecahan masalah
Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan informasi mengalir terus ke manajer.
Tahapan-tahapan Pemecahan Masalah:
Ø  Menurut Herbert A. Simon, pemecah masalah akan terlibat dalam aktivitas Intelijen. Mencari kondisi-kondisi yang membutuhkan solusi di dalam lingkungan.
Ø  Aktivitas perancangan. Menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan tindakan.
Ø  Aktivitas pemilihan. Memilih satu tindakan tertentu dari berbagai tindakan yang tersedia.
Ø  Akitivitas peninjauan. Menilai pilihan-pilihan masa lalu.
Untuk melakukan masing-masing aktivitas, pemecah masalah harus memiliki informasi. Sistem informasi, yang dikembangkan oleh pengguna (user) maupun spesialis informasi, akan memberikan informasi ini.




Komentar