Sistem Informasi Manajemen Bab 5
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
"MANAGEMENT DATABASE”
Dosen
Pengampu :
Lidya Setyawardani S.E., M.Si., Ak., CA.
Kelas/Program
Studi :
SM 1/ Manajemen
Nama Kelompok :
Ravika Apriani Erianto (1410208704)
Fernanda Mei Qur'ana (1410208788)
Rizky Amelia Effendi (1410208818)
Vriska Wachidatul Laili (1410208820)
Doura Oktaviani Tri Lestari (1410208821)
Devitri Isnawaty (1410208840)
Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Indonesia
(STIESIA)
2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan nama Allah yang maha
Pengasih lagi maha Penyayang. Puji syukur penulis panjatkan kepada-Nya, serta
salawat dan salam penulis persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW., sehingga
penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Management
Database”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan
dalam mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
di STIESIA.
Makalah ini
disusun agar pembaca dapat memperoleh banyak informasi mengenai Management
Database, yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi
pembacanya maupun pihak yang terkait di dalamnya.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak
kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan
yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhir kata
kami mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan makalah ini dapat sedikit menambah
wawasan dan berguna bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Surabaya, 2 April 2017
Penulis
5.1 ORGANISASI DATA ORGANIZATION
Perusahaan memerlukan data dalam jumlah yang besar yang disimpan
dalam sistem informasi berbasis komputer sebab perusahaan melakukan banyak
transaksi bisnis. Agar penggunaan data lebih efektif juga untuk menghindar
kekacauan terhadap data, maka diterapkan konsep pemecahan data menjadi
kelompok-kelompok data yang lebih kecil.
A. Hierarki Data
Data bisnis secara tradisional telah diorganisasi menjadi suatu
hierarki golongan data atau field data yang bila digabungkan akan manjadi
catatan data (data record). Data file adalah unit data terkecil, ini
menggambarkan jumlah terkecil suatu data yang dapat diakses kembali dari
komputer pada suatu waktu. Record adalah kumpulan data field yang berhubungan
dengan pengguna secara logis. File merupakan kumpulan record yang saling berhubungan.
Sedangkan definisi umum database adalah kumpulan semua data perusahaan yang
berbasis komputer.
Spreadsheet Sebagai Basis Data Sederhana
Tabel yang berisi baris dan
kolom dapat disajikan dalam suatu spreadsheet. Konsep tabel merupakan konsep
yang penting, karena struktur basis data relasional, secara konseptual serupa
dengan sekumpulan-sekumpulan tabel-tabel yang saling berhubungan.
B. Flat Files
Flat file (file datar) adalah
suatu tabel yang memiliki kolom-kolom yang berulang.
Normalisasi (Normalization) adalah suatu proses formal untuk menghapus field-field data yang berulang (Redundant) sambil tetap menjaga kemampuan basis data untuk tetap menambah, mengubah, dan menghapus tanpa menyebabkan kesalahan.
Normalisasi (Normalization) adalah suatu proses formal untuk menghapus field-field data yang berulang (Redundant) sambil tetap menjaga kemampuan basis data untuk tetap menambah, mengubah, dan menghapus tanpa menyebabkan kesalahan.
C. Field Field kunci
Kunci (Key) di suatu tabel
adalah suatu field (kombinasi field) yang berisi satu nilai yang secara unik
mengidentifikasi masing–masing record di dalam tabel. Kandidat kunci (Key Candidate) adalah sebuah field
yang secara unik mennggidentifikasi masing-masing baris tabel namun tidak
dipilih menjasi kunci.
D. Tabel-tabel yang
Berhubungan
Tabel-tabel tersebut berbagi
satu field yang sama, yaitu Kode dan nilai field Kode menentukan baris-baris
mana didalam tabel yang tergabung secara logis.
5.2 STRUKTUR DATABASE
Struktur Database adalah cara mengorganisasikan data dengan tujuan
agar proses pengelolaan data menjadi efisien. Struktur ini diimplementasikan
melalui sistem manajemen database.
Sistem manajamen database (Database Manajemen Sistem - DBMS)
adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur database, data
itu sendiri, hubungan antar data di dalam database, maupun formulir dan laporan
yang berhubungan dengan database. Juga termasuk dekripsi field data, nama
field, jenis data, jumlah bilangan desimal, jumlah karakter, nilai awal, dan
semua deskripsi-deskripsi field lainnya.
A. Struktur Database Hierarki
Sistem manajemen database pertama adalah IDS (Integrated Data
Store) dan dikembangkan oleh GE pada tahun 1964. Database ini mempengaruhi kerja komite bahasa sistem data. Komite ini
memiliki anggota dari pemerintahan, industri dan akademisi sehingga standar
yang dikembangkan dapat diterima semua pihak.
Alasan yang menyebabkan kepopuleran struktur hierarki adalah karena
bekerja sangat baik dalam sistem pengolahan transaksi dengan tugas-tugas
pengontrolan inventori dan penghitungan biaya-biaya yang masuk dan keluar serta struktur ini mampu memanfaatkan sumber daya komputer secara
efisien, terutama jika sebagian besar record dalam database akan digunakan
dalam bentuk aplikasi.
B. Struktur Database Relasional
Contoh database relasional adalah database juga meningkatkan
konsistensi dan akurasi data. Keduanya merupakan faktor yang sangat menentukan
saat manajer membuat keputusan yang menentukan mengenai operasional perusahaan
mereka memerlukan data yang akurat dan konsisten dalam database.
Konsep Database
Dua tujuan utama dari konsep database adalah minimalisasi
redundansi data dan mencapai independensi data. Redudansi data menyebabkan
pemborosan ruang penyimpanan data, membuat proses pengelolaan record menjadi
lambat dan tidak konsistensinya data. Independensi
data adalah kemampuan data untuk mengubah struktur data tanpa harus mengubah program-program
aplikasi yang melakukan pengelolaan data. Dengan independensi
data, tidak diperlukan penulisan ulang kode komputer lagi karena satu-satunya
perubahan hanyalah pada definisi dari field tersebut di dalam basis data.
Kamus data (Data Dictionary)
mencakup definisi-definisi dari data yang disimpan di dalam basis data dan
dikendalikan oleh sistem manajemen basis data. Struktur basis data yang dimuat
dalam kamus data adalah kumpulan dari seluruh definisi field, definisi tabel,
relasi tabel, dan hal-hal lainnya.
Pembuatan Database
Penentuan Kebutuhan Data
Definisi
kebutuhan data adalah langkah kunci untuk mencapai sistem informasi berbasis
komputer. Ada dua pendekatan dasar dalam mendefinisikan kebutuhan data, yaitu
pendekatan berorientasi proses dan pendekatan pemodelan perusahaan.
a. Pendekatan yang Berorientasi Pada Proses
Pendekatan ini juga
disebut dengan pendekatan yang berorientasi pada masalah (Problem Oriented Approach)
dan pemodelan yang berorientasi pada proses (Process Oriented Modelling). Untuk mendefinisikan
kebutuhan data pada pendekatan ini memiliki langkah-langkah berikut :
- Mendefinisikan masalah
- Mendefinisikan keputusan yang dibutuhkan
- Menjabarkan kebutuhan informasi
- Menentukan pemrosesan yang
dibutuhkan
- Menentukan spesifikasi kebutuhan
data
Alasan mengapa pendekatan process-oriented kadang-kadang
disebut pendekatan problem oriented adalah karena dimulai dengan masalah.
b. Pendekatan
pemodelan perusahaan adalah kekuatan pendekatan pmodelan terletak pada
kemampuannya untuk memanfaatkan sumber-sumber data perusahaan. Semua area
dimanfaatkan dan sinergi data antara area bisnis ditingkatkan.
5.3 PENGGUNAAN DATABASE
A. Laporan dan Formulir Isian
Perbedaan antara formulir
isian dan laporan adalah bentuknya, formulir isian menunjukkan satu record pada
saat tertentu tapi tidak memberikan rangkuman data. Formulir isian umumnya
tidak mengambil dan menyatukan data dari beberapa tabel database walaupun
memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
NAVIGASI. Pengguna dapat melakukan navigasi dari satu record
berikutnya dengan mempergunakan navigasi yang berada di bagian bawah formulir.
Icon pada baris navigasi memerintahkan formulir untuk membuat satu record baru.
AKURASI. Formulir akan menjalankan definisi field data yang telah
ditentukan ketika basis data dibuat. Definisi-definisi tersebut dapat
menentukan nilai-nilai valid tertentu, rentang data untuk nilai-nilai numeric.
KONSISTENSI. Konsistensi adalah hal yang sangat penting ketika nilai-nilai
field dalam satu tabel dipergunakan untuk menggabungkan recordnya ke tabel yang lain. Jika
seseorang pengguna salah memasukkan nilai field, maka artinya record tersebut
tidak akan digabungkan ke tabel-tabel yang lain.
PENYARINGAN. Basis data dapat memiliki jumlah data yang luar biasa
banyaknya. Pengguna mungkin ingin menyaring record yang ingin dilihat dengan
menggunakan formulir ini. Setiap field dalam formulir dapat membuat filter
sehingga hanya mata kuliah tingkat tiga yang akan ditampilkan. Penyaringan
membantu mengatasi kelebihan informasi. Ia juga dapat ,membatasi akses seseorang
pengguna terhadap data dalam basis data jika ada beberapa record tertentu yang
ingin dirahasiakan.
SUBFORMULIR adalah mengilustrasikan kombinasi formulir dan
subformulir. Ketika pengguna memasukkan informasi matakuliah, pada waktu yang
bersamaan mereka mereka juga dapat memasukkan informasi mengenai
proyek-proyek.
LAPORAN adalah data teragregasi dari basis data yang diformat
dengan cara yang akan membantu pengambilan keputusan.
B. Query Menggunakan Contoh
Query umumnya menyeleksi sejumlah field data tertentu kemudian
membatasi tampilan record hanya untuk kriteria-kriteria tertentu saja. Bentuk
ini dinamakan permintaan menggunakan contoh atau "Query-by-Example" (QBE). Karena penting bagi seorang manajer untuk dapat mengakses secara
langsung nilai-nilai database. Manajer dapat memanfaatkan QBE agar dapat dengan
cepat menemukan data yang diperlukan.
C. Pengolahan Database Lanjutan
Pemrosesan analitis
On-Line Analytical Processing (OLAP) telah menjadi hal yang semakin umum dalam
piranti lunak system manajemen basis data. Vendor-vendor memasukkan fitur ini
untuk memungkinkan dilakukannya analisis data yang mirip dengan statistic
cross-tabulation.
Penambangan data, pertukaran data, dan penggudangan data adalah
konsep-konsep yang memandang data perusahaan sebagai sumber daya yang berharga
yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
D. Personel Database
Personel kunci database adalah orang-orang yang secara khusus
terlibat dengan database. Administrator database mempunyai tanggung jawab secara
teknis dan manajerial terhadap database. Programer database diperlukan untuk
membuat kode komputer yang dapat mengolah data dengan efisien. Pengguna
akhir database adalah personel kunci lainnya.
Administrator database mengawasi semua aktivitas database. Administrator
database harus memahami operasional bisnis perusahaan. Tugas administrator
database terbagi dalam empat area utama yaitu: perencanaan database, penerapan
database, operasi database, keamanan database. Programer database adalah ahli
pemrograman
yang umumnya mempunyai lebih banyak pengalaman dan pelatihan daripada
programer-programer lainnya di perusahaan.
5.4 MENEMPATKAN MANAJEMEN DATABASE DALAM
PERSPEKTIF
Sistem manajemen basis data atau DBMS
merupakan perangkat lunak yang dapat melakukan utilisasi dan mengola koleksi
data dalam jumlah yang besar. DBMS juga di rancang untuk melakukan manipulasi
data secara lebih muda. Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam
bentuk flat file.
Kelebihan dari DBMS antara lain:
1. Kecepatan;
Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
2. Mengambil
data secara cepat dan praktis.
3. Meningkatkan
keamanan data.
4. Mengurangi kejemuan; Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
5. Update
to date; Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
Kelemahan-kelemahan
DBMS antara lain:
1. Biaya
Kebutuhan untuk mendapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat
cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia
yang mengelola basis data tersebut.
2. Sangat
kompleks; Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas,
sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan
data.
3. Memerlukan
suatu skill tertentu untuk bisa melakukan
administrasi dan manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi
data yang optimal.
4. Memerlukan
kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal memory agar DBMS
dapat bekerja cepat dan efisien.

Komentar
Posting Komentar